Seblang Olehsari

Bukan sekadar tarian, namun cerita tentang tradisi, keyakinan,
dan kebersamaan masyarakat Olehsari
Seblang Dancer Seblang Dancer Seblang Dancer Seblang Dancer
Lanjutkan
gulir
Lewati animasi?

Sejarah Seblang Olehsari

Seblang Olehsari dipercaya lahir dari warisan leluhur yang telah mengakar jauh sebelum sejarah tertulis hadir di Banyuwangi. Tradisi ini muncul sebagai bentuk ikhtiar masyarakat untuk menjaga keseimbangan hidup antara manusia dengan alam, antara warga dengan leluhur, dan antara masa lalu dengan masa kini. Ia tumbuh dari keyakinan sederhana bahwa kehidupan membutuhkan penjaga, dan ritual inilah yang menjadi ruang untuk memohon perlindungan serta keselamatan bagi desa.

Tujuan Dari Tradisi Seblang Olehsari

Membersihkan dan Menyucikan Desa

Seblang dilakukan sebagai cara masyarakat untuk membersihkan desa dari energi negatif. Ritual ini dipercaya menjaga lingkungan tetap aman, harmonis, dan jauh dari gangguan yang mengganggu kehidupan warga.

Memohon Keselamatan dan Kesuburan

Lewat prosesi Seblang, warga memohon keselamatan serta kelancaran rezeki. Tradisi ini juga dianggap membawa kesuburan bagi hasil bumi, sehingga kehidupan tetap berjalan baik.

Menjaga Warisan Leluhur

Tarian ini menjadi cara masyarakat Olehsari menjaga warisan budaya yang sudah ada sejak lama. Dengan terus melakukannya, mereka meyakini hubungan dengan leluhur tetap terjaga dan desa selalu mendapat perlindungan.

Jejak Gerak Dalam Ritual Sakral
Yang Terus Hidup


Suasana pelaksanaan Seblang Olehsari terekam melalui berbagai sudut pandang yang menampilkan detail, ekspresi, dan irama prosesi adat. Setiap gambar menghadirkan momen yang berjalan seiring dengan waktu dan tradisi. Kebersamaan warga, ketenangan desa, dan nilai sakral yang diwariskan turun-temurun hadir sebagai bagian dari cerita yang terus berjalan.

Keindahan Ritual
dalam Balutan Adat


Busana Seblang, tidak hanya sebagai pelengkap penampilan. Setiap detail merupakan simbol sang penari yang terhubung langsung dengan tradisi dan para leluhurnya. Dari mahkota bunga yang menyentuh dahi, sampai selendang yang mengalun. Keseluruhan komponen memiliki cerita dan arti tersendiri. Busana tersebut mengekspresikan keindahan dan kesakralan tradisi Seblang.


Klik masing-masing gambar untuk mempelajari lebih lanjut.

H1
H2
H3
H4
H5
H6
H7
Tujuh hari penuh,
berlangsungnya tradisi Olehsari
Tradisi Seblang Olehsari dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut, dengan rangkaian prosesi adat yang dijalankan secara konsisten dan penuh makna oleh masyarakat desa.
Simak lengkapnya

Desa Olehsari,
Ruang Hidup Tradisi


Sebagai sebuah desa yang tumbuh berdampingan dengan alam dan nilai-nilai nenek moyang, pemandangan indah di sekitarnya menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat yang masih menjalankan tradisi. Masyarakat Olehsari merupakan bagian dari Suku Osing, suku asli Banyuwangi, yang masih menjaga bahasa, adat, dan tradisi leluhur dalam kehidupan sehari-hari.


DesaOlehsari
KecamatanGlagah
KabupatenBanyuwangi
Banyuwangi Bali Olehsari

Fakta menarik

Desa Olehsari berada berdampingan dengan Kelurahan Bakungan, dua wilayah yang sama-sama memiliki tradisi Seblang namun menjalankannya dengan bentuk dan waktu yang berbeda.

Perbedaan Seblang Olehsari
dan Seblang Bakungan

Olehsari

Penari

Biasanya perempuan muda yang dipilih berdasarkan wangsit dan trah tertentu.

Waktu Pelaksanaan

Dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri sebagai wujud syukur dan permohonan berkah.

Busana Penari

Umumnya lebih meriah dengan mahkota bunga segar, selendang warna-warni, dan ornamen lengkap sebagai simbol syukur dan kehidupan.

Penari
Waktu Pelaksanaan
Busana Penari

Bakungan

Penari

Biasanya perempuan lansia, dipilih karena dianggap lebih kuat menahan leluhur.

Waktu Pelaksanaan

Dilaksanakan sebelum Ramadan sebagai upacara penyucian desa dan "pembersihan batin" menuju bulan puasa.

Busana Penari

Cenderung lebih sederhana, dengan warna yang lebih lembut dan ornamen minim, selaras dengan maknanya sebagai upacara menjelang pembersihan diri sebelum Ramadan.

Tari Seblang memberi pengalaman istimewa bagi wisatawan. Bukan sekadar tontonan, namun sebuah perjumpaan langsung dengan tradisi hidup yang masih dijaga masyarakat. Prosesi yang sakral, irama gamelan, dan suasana desa yang menyatu dengan upacara, membuat pengunjung merasakan kedekatan dengan budaya setempat.

Jadwal Pelaksanaan
Seblang Olehsari Berikutnya

00:00:00
Sekitar Maret/April 2026
Belum dijadwalkan
Untuk saat ini, acara mendatang belum dijadwalkan. Silakan kembali dan periksa lagi nanti.

Kamus Dan Istilah
Yang Digunakan

Pelajari semua istilah
Seblang

Seblang

Ritual sakral berupa tarian yang dilaksanakan masyarakat Olehsari untuk memohon keselamatan, keseimbangan, dan keberkahan desa. Dilakukan setahun sekali dengan tata cara adat yang dijaga.

Penari Seblang

Penari Seblang

Perempuan yang dipilih melalui proses adat untuk menjadi pusat ritual. Pemilihannya biasanya berdasarkan pertimbangan spiritual dan tradisi keluarga tertentu di desa.

Omprok

Omprok

Hiasan kepala yang terbuat dari rangkaian bunga segar. Melambangkan kesucian, keindahan, serta hubungan manusia dengan alam.

Dopokan

Dopokan

Bagian saat penari Seblang memasuki kondisi dirasuk leluhur (kesurupan) atau berada dalam keadaan khusus sebelum dan selama tarian berlangsung. Dipercaya sebagai bagian spiritual yang menyertai ritual.

Sesajen

Sesajen

Persembahan berupa hasil bumi, bunga, makanan, dan benda-benda tertentu sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan permohonan keselamatan.

Yang perlu kamu tahu
tentang Seblang Olehsari

Tari Seblang Olehsari adalah tarian adat khas Desa Olehsari, Banyuwangi. Tarian ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi bagian dari ritual bersih desa yang sudah diwariskan turun-temurun.
Penarinya adalah seorang gadis yang dipilih melalui proses adat. Tidak semua orang bisa menjadi penari Seblang karena ada pertimbangan spiritual yang harus dipenuhi.
Tarian ini digelar setahun sekali, biasanya setelah Hari Raya Idulfitri, sesuai dengan ketentuan adat yang berlaku di desa.
Karena tarian ini dipercaya sebagai sarana untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan desa, sekaligus menghormati leluhur.
Lihat semua tanya-jawab